Press "Enter" to skip to content

Selain Kematian, Inilah 2 Ancaman Paling Menakutkan dari Pandemi Corona

MALILIPOS.COM – Hingga sejauh ini, angka kematian karena Corona (Covid-19) tidak lebih banyak daripada penyakit lain, atau sebab lainnya. Meskipun penting, tetapi kematian tidak semestinya menjadi fokus utama dalam penanganan pandemi virus ini.

Hal ini dikatakan oleh dr. Indra Kusuma, M. Biomed, seorang dokter sekaligus peneliti kultur sel melalui akun Twitternya di alamat @indrakusuma, Selasa (26/05/2020).

Menurutnya, 2 aspek paling menakutkan dari Covid-19 adalah:

  1. New emerging disease: No Vaccine, No Spesific Drug, Covid-19 memaksa kita bersikap defensif, bukan ofensif.
  2. Pandemi, akibat orang tanpa gejala (OTG) yang sudah menularkan, Covid-19 beroperasi secara Covert, dan kita tidak punya sistem deteksi yang handal saat tanpa gejala, kecuali deteksi massal yang biayanya mahal.
BACA:  Pasien Positif Covid-19 Lutim Rujukan dari RS INCO Meninggal Dunia di Palopo

Jadi memang bukan kematian yang sepatutnya ditakuti, tapi lumpuhnya sistem kesehatan karena jumlah yang sakit, meski gejala ringan, akan tidak terkendali, bak zona perang,” lanjutnya.

Penerapan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada sejumlah daerah dapat menurunkan laju penularan, memberi kesempatan sistem kesehatan dan masyarakat bersiap untuk “New Normal”.

Hanya saja, lanjut Indra, kita jangan meremehkan Covid-19 yang masih di atas angin. “Soalnya kita tetap belum punya vaksin dan obat spesifik,” ujarnya.

Kita masih defensif, belum ada strategi ofensif. Kita baru berhasil membuktikan bahwa laju gerak Satuan Lapis Baja Covid19 dapat dihambat, baru itu saja,” cuit Indra lagi.

BACA:  Surat Cinta untuk Luwu Timur dalam Masa Pandemi Covid-19

Era New Normal

Indra melanjutkan, bahwa saat ini mau tak mau kita akan memasuki era New Normal yang mensyaratkan kita menyadari bahwa ada ancaman diantara kita yang dapat melumpuhkan sistem kesehatan.

Masyarakat dengan layanan kesehatan yang lumpuh akan musnah, cepat atau lambat,” kata Indra.

Menurutnya, setiap pemberani punya rasa takut, hanya orang gila saja yang sudah hilang rasa takutnya. Karena itu, kita boleh-boleh saja takut dengan pandemi Covid-19 ini.

Takutlah, tapi imbangi dengan harapan bahwa saat ini penelitian-penelitian berlangsung di seluruh dunia baik untuk menemukan obat spesifik maupun vaksin untuk virus ini,” jelas Indra.

Normal yang baru, tulis Indra, adalah kita berdiri kembali dan melanjutkan kehidupan dalam keadaan tersandera. “Semua kita menjadi sandera,” tegasnya.

BACA:  Generasi Muda Sebagai Agent of Change di Masa Pandemi Covid-19 Khususnya di Luwu Timur

Yang akan menyelamatkan kita adalah mereka yang memakai coverall setiap hari. Hanya dalam ruang dan baju isolasi tersebut kita lepas dari sandera Covid-19,” timpal dokter yang sering aktif di Twitter ini.

Pada bagian akhir dari thread cuitannya, Indra membeberkan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam pandemi Covid-19.

Tugas kita memberikan dukungan semesta dalam gerilya ini. Tugas kita untuk memberikan respek pada musuh, takutlah tapi seimbangkan dengan harapan-harapan. Tugas kita untuk tidak meremehkan. Sadarilah maka engkau termasuk yang beruntung,” tutup dokter yang juga berprofesi sebagai dosen ini. *

Reporter: A. Wisesa
Editor: Tim Redaksi