Press "Enter" to skip to content

Mompotuvu dan Urgensi Cuti Suami Saat Istri Melahirkan

Oleh: Asri Tadda (Seorang Ayah/Sekjen DPP Mileanies)

Istri saya, Dewi Hastuty Sjarief baru saja melahirkan anak ketiga kami. Seorang puteri cantik yang kami beri nama Mompotuvu Batari Asri Tadda.

Lahir melalui proses operasi Caesar di RS Hermina, Makassar pada Senin, 23 Oktober 2023 lalu.

Nama Mompotuvu diambil dari bahasa nenek moyang saya: Padoe, sebuah suku purba yang masyarakatnya banyak tersebar di wilayah sebelah timur Kabupaten Luwu Timur.

Boleh dikata, Padoe adalah salah satu “suku asli” yang mendiami Luwu Timur selain Pamona dan Wotu.

Mompotuvu bermakna “memberikan kehidupan, atau menghidupi”. Dari nama ini, Tuvu — panggilan kami kepada Mompotuvu saat di rumah, kelak bisa menjadi manusia yang bermanfaat kepada sesama dengan membuka ruang-ruang penghidupan kepada siapa saja yang membutuhkannya.

Lewat nama Momptuvu, ada doa dan harapan yang terbersit dan selalu terpanjatkan kepada Sang Maha Kuasa, agar insan yang baru saja lahir ini kelak dapat menjelma sebagai manusia yang penuh manfaat bagi sesamanya.

Harapan ini tentunya seturut dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.

***

Jarak Tuvu ke kakaknya, putera kedua kami Muhammad Kiran Bitara Tadda (dipanggil Ian), adalah sekitar 10 tahun. Saat ini Ian sudah kelas 4 SD. Sementara Kakak sulungnya Bara (Messiasta Ahmady Batara Tadda), kini sudah kelas 2 SMP.

Cukup lama kami bisa beroleh anak lagi. Selama proses penantian itu, istri sempat mengalami tiga kali keguguran. Hingga akhirnya, pada sekitar bulan Februari 2023 lalu, datanglah tanda-tanda bahwa istri saya positif hamil.

BACA:  PP IPMALUTIM dan The Sawerigading Institute Gelar Lomba Menulis Esai Lawan COVID-19

Tuvu kemudian hadir dalam masa-masa di mana saya secara pribadi tentu akan sangat sibuk dengan berbagai urusan, khususnya menyangkut politik, baik sebagai seorang Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dapil Luwu Raya, maupun posisi saya sebagai salah satu pentolan relawan Calon Presiden Anies Baswedan.

Semuanya memang seperti tidak direncanakan, terjadi begitu saja. Demikianlah ketentuan Allah. Saya meyakini, bahwa semua hal ini pasti ada hikmahnya. Kita hanya patut menjalaninya dengan ikhtiar terbaik. Allah Maha Mengetahui mana yang terbaik bagi hamba-Nya.

***

Karena cukup lama baru mengurus bayi lagi, banyak hal yang sepertinya cukup canggung atau malah bingung saya lakukan. Hal yang harus saya perankan karena istri belum pulih benar dari luka operasinya.

Saya harus mulai bisa memeriksa atau mengganti popok bayi, menggendongnya dengan tangan sendiri dan beberapa keterampilan teknis lain ‘sebagai Ayah’ yang menuntut banyak kesabaran dan ketekunan.

Kehadiran Tuvu, memang seakan memanggil kembali memori sebagai seorang Ayah pada 10 tahun silam. Masa-masa yang membuat kami bangga karena telah berhasil melewatinya dengan segenap suka dan duka.

Kini, di depan mata, Insya Allah hal itu akan kembali terjadi. Kali ini yang akan kami urus adalah seorang bayi perempuan mungil nan cantik yang selama ini telah kami idam-idamkan dengan sabar dan penuh doa kepada Ilahi.

BACA:  Membaca Gelombang Jutaan Massa Jalan Gembira

Nah, pada konteks inilah saya kemudian sadar, bahwa peran seorang suami memang sangat dibutuhkan oleh istri terutama dalam proses kehamilan hingga persalinan. Apalagi dalam kondisi khusus seperti yang dialami istri saya.

Bisa dibayangkan, bagaimana beratnya beban seorang istri yang harus mengurus seorang bayi, dengan luka operasi yang masih sakit karena belum benar-benar sembuh.

Tangis bayi yang mungil tentu tidak mengenal waktu. Bisa saja meledak saat kantuk atau lelah benar-benar maksimal dirasakan oleh istri. Saat itu, suami memang harus hadir dan mengambil peran.

Saya jadi sangat mengapresiasi salah satu gagasan dari Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar yang tertuang dalam visi-misinya sebagai Capres/Cawapres pada Pemilu 2024 nanti, yakni adanya cuti bagi suami yang istrinya sedang melahirkan.

Kajian akan manfaat cuti melahirkan bagi seorang suami sudah sangat banyak. Sayangnya, di negara kita belum menjadi sebuah kebijakan. Padahal, dengan mendapatkan cuti melahirkan, suami dapat terlibat lebih aktif dalam perawatan anak sejak dini.

Dengan suami hadir lebih banyak di rumah selama periode pasca kelahiran, ibu juga akan mendapatkan dukungan yang lebih besar dalam merawat anak. Ini dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan perasaan nyaman bagi ibu.

Cuti melahirkan bagi suami juga akan membantu menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Ini memungkinkan suami untuk fokus pada peran orangtua mereka tanpa perlu terlalu khawatir tentang pekerjaan.

BACA:  Rela Jadi Saksi AMIN Tanpa Dibayar, Komunitas Buruh Lutim Deklarasi Paman Satamar

Yang tak kalah penting, kehadiran aktif seorang ayah dalam perawatan anak selama periode awal kehidupan anak memiliki manfaat positif untuk perkembangan anak. Anak akan tumbuh dengan lebih banyak dukungan, cinta, dan perhatian optimal dari kedua orang tuanya.

***

Selama ini gagasan utama Anies Baswedan bahkan sebelum menjadi Capres adalah membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik. Anies memandang, jika manusia Indonesia berkualitas, maka negara ini juga akan bisa lebih maju dan sejahtera.

Harus diakui, dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia adalah salah satu “father loss country“, negara dengan peran Ayah yang sangat minim khususnya dalam pendampingan mereka kepada anak.

Nah, cuti melahirkan bagi suami dalam rangka memberikan dukungan optimal kepada sang istri dan pendampingan emosional kepada anak, adalah salah satu jalan untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

Untuk mewujudkan adanya regulasi cuti melahirkan bagi seorang suami, maka mari kita pastikan dulu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 14 Februari 2024 nanti.

Hanya dengan cara itu, anak-anak Indonesia bisa lahir dan besar dalam sokongan emosional yang optimal dari kedua orang tua mereka, untuk kemudian bersiap menjadi generasi terbaik bangsa yang maju, mandiri dan berkeadilan.

#AMINkanIndonesia