Press "Enter" to skip to content

Kisruh Soal Pernyataan Plt Kadiskes Luwu Timur, Asri Tadda: Sebaiknya Beliau Minta Maaf ke Publik

MALILIPOS.COM – Pernyataan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, dr. Rosmini Pandin terkait banyaknya tenaga kesehatan yang positif Corona akibat mengabaikan prosedur penanganan Covid-19, kini menuai kecaman.

Betapa tidak, orang yang seharusnya diharapkan memberikan dukungan kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang tengah berjibaku melayani pasien Covid-19, justru menyalahkan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, pernyataan eks direktur RSUD I Lagaligo Luwu Timur ini viral dan terus dibagikan ke banyak lini sosial media dan memunculkan beragam komentar warga.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Madising Foundation, Asri Tadda sangat menyayangkan pernyataan yang keluar dari pejabat tertinggi bidang kesehatan di Luwu Timur tersebut.

BACA:  Mohola Padoe: Suku Padoe Harus Bersatu Jika Ingin Berubah!

Madising Foundation adalah salah satu lembaga yang aktif menyorot berbagai masalah kesehatan masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan.

Sebagai Kadiskes, sangat disayangkan ada pernyataan kontraproduktif seperti ini. Justru seharusnya fakta puluhan nakes yang positif Covid menjadi momentum evaluasi Dinkes Luwu Timur dalam giat penanggulangan Covid-19, bukan malah menyalahkan nakesnya,” kata Asri yang juga alumni Fakultas Kedokteran Unhas.

Menurut Asri, Kadis Kesehatan Luwu Timur seyogyanya memberikan dukungan penuh kepada para tenaga kesehatan yang tengah berjibaku melayani pasien dengan risiko terjangkit Covid-19.

Bagaimanapun, nakes adalah benteng terakhir kita dalam pandemi Covid. Mereka harus terus disupport maksimal, didukung dengan APD lengkap, serta dibantu suplemen dan nutrisi yang bisa menjaga imunitas mereka agar tidak mudah tertular,” timpal Asri.

BACA:  The Sawerigading Institute: Selamat Kepada Prof Andalan!

Karena itu, Asri menyarankan Plt Kadis Kesehatan Luwu Timur segera meminta maaf kepada publik, khususnya kepada para tenaga kesehatan yang telah merasa sangat terluka akibat pernyataannya.

Segera minta maaf saja ke publik, khususnya kepada para nakes. Tidak ada manusia yang sempurna, kita semua bisa khilaf dalam berkata atau bersikap, apalagi ini bulan puasa,” ujar Asri yang juga Ketua Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Malili.

Asri menambahkan, meskipun permohonan maaf tidak serta merta menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya bisa sedikit mendinginkan polemik ini.

Kalau soal dampak etis atau politisnya, kita serahkan ke mekanisme yang ada. Yang penting beliau akui dulu telah salah mengeluarkan pernyataan itu, lalu minta maaf secara terbuka,” tutup Asri. **

Reporter: Andika W.
Editor: Tim Redaksi