Press "Enter" to skip to content

Optimalisasi SPI dalam Mencegah Penularan Covid-19 di Tanah Luwu Raya

Oleh: Ridwan
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo

Penyebaran covid-19 telah menyebar ke berbagai negara di dunia, dilansir dari laman m.republika.co.id sebanyak 195 Negara kini telah terpapar virus corona. Dari 195 Negara tersebut, ada 10 Negara yang tercatat dengan intensitas covid-19 tertinggi yaitu, Amerika Serikat, Italia, Spanyol, China, Jerman, Prancis, Iran,  Inggris, Swiss, dan Turki.

Penyebaran covid-19 ini sangat cepat menular antar satu dengan yang lainnya. Hal tersebut terbukti yang awalnya virus ini muncul di Kota Wuhan China, pada akhir 2019, hanya dalam hitungan jam bahkan hari sudah ribuan masyarakat yang terpapar covid-19 di Provinsi Wuhan China.

Hanya dalam selang beberapa bulan saja kini covid-19 atau virus corona telah menyebar ke 195 Negara yang ada di Dunia atau Global, dengan jumlah korban yang sangat banyak. Dilansir pada kompas.com sudah 1,19 Juta orang yang terinfeksi virus corona secara global, dan 246.110 dinyatakan sembuh serta 64.580 meninggal dunia.

Adapun negara yang memiliki tinggat kematian tertinggi akibat pandemi covid-19 diantaranya ialah:

No Negara Kasus Corona Meninggal Sembuh
1. Amerika Serikat 305.820 8.395 14.686
2. Spanyol 126.168 11.947 34.219
3. Italia 124.632 15.362 20.996
4. Jerman 96.092. 1.444 26.400
5. Perancis 89.953 7.560 15.438
6. China 81.639 3.326 76.755
7. Iran 55.743 3.452 19.736
8. Inggris 41.903 4.313 135
9. Turki 23.934 501 501
10. Swiss 20.505 666 6.415

Dengan penyebaran virus corona ini kebelahan Dunia, lantas bagaimanakah kondisi Tanah Air Ibu Pertiwi. Pandemi covid-19 di Indonesia saat ini telah ditangani oleh pemerintah dengan kebijakan Physical Distancing, Social Distancing dan Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Bersakala Besar) yang dilakukan pada wilayah zona merah covid-19 ditanah air.

BACA:  Kontribusi Pemuda Indonesia di Bidang Pertanian dalam Menghadapi Gelombang Krisis Akibat Pandemi Covid-19

Adapun jumlah kasus virus korona di Indonesia ialah 8.607 kasus. Dilansir dari laman tirto.id Ada 10 daerah yang memiliki tingkat penyebaran covid-19 yang sangat tinggi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Bali, Papua, Sumatra Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Khusus pada wilayah Sulawesi, utamanya Sulawesi selatan penyebarana covid-19 sampai saat ini mencapai 420 kasus covid-19, 81 orang diantaranya dinyatakan sembuh, dan 35 meninggal dunia.

Penyebaran virus corona yang kini ada di dalam kehidupan kita, dengan wujud yang tak dapat dilihat oleh panca indra penglihatan yang kita miliki, membuat masayarakat panik, khawatir, bahkan ketakutan akan terpapar covid-19.

Semua orang tentu tidak ingin terkena virus corona, namun yang terjadi dalam lingkungan masyarakat Sulawesi Selatan, dan terkhusus kepada daerah Tanah Luwu Raya ialah ketakutan, kepanikan, dan kekhawatiran masyarakat sangat tinggi akan pandemi ini.

Hal ini dapat kita lihat bersama dalam situasi seperti ini masyarakat terlalu khawatir dan panik akan virus corona, semisalnya saja masyarakat hanya demam, dan batuk biasa, masyarakat langsung mengangap corona dan corona.

Tingginya kepanikan, ketakutan, dan kekhawatiran masyarakat akan covid-19 ini sangat tidak elok dalam memutuskan penularan covid-19, sebab dengan kekhawatiran dan kepanikan yang sangat tinggi juga tidak baik terhadap bagi diri sendiri.

BACA:  Dari Pemuda dan Oleh Pemuda, Untuk Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Olehnya itu, dalam memutuskan mata rantai penularan covid-19 di Tanah Luwu Raya, hendaknya kaum pemuda mengambil bagian dalam penanganan virus corona ini, dengan mengoptimalkan SPI (Sistem Pemahaman dan Informasi).

Konsep ini merupakan sebuah gagasan yang dapat dioptimalkan oleh para pemuda dalam mengatasi covid-19 ini ditengah-tengah masyarakat dengan kepanikan, dan kekhawatiran yang sangat tinggi. Adapun rincian dari pada konsep SPI ialah:

(1) Sistem Pemahaman

Kepanikan, kekhawatiran dan ketakutan masyarakat akan bahaya covid-19 ini tentu suatu sikap yang biasa terjadi, namun apa bila kepanikan, dan kekhawatiran itu sangat tingga rasanya tidak baik bagi masyarakat itu sendiri, ketidaktahuan masyarakat akan covid-19 karena minimnya pengetahuan membuat mereka hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut tanpa suatu konfirmasi yang jelas.

Olehnya itu sebagai pemuda dalam masyarakat yang mempunyai intelektul dan wawasan ilmu pengetahuan yang baik, baik kalangan mahasiswa ataupun pelajar hendaknya memberikan edukasi kepada masyarakat, akan covid-19.

Sebab salah satu opini yang ada didalam masyarakat saat ini ialah apa bila terkena covid-19 maka kita akan meninggal dunia. Opini-opini seperti inilah yang membuat masyarakat khawatir dan panik, seingga pemahaman dan edukasi sangat dibutuhkan guna menenagkan masyarakat agar mereka tidak panik, khawatir, dan takut akan bahaya covid-19

(2) Sistem Informasi

Informasi sangat diperlukan oleh masyarakat perihal covid-19, media pertelevisian, koran, dan media lainnya hampir setiap jamnya memberitakan info terkini terkait covid-19, namun yang menjadi suatu persoalan ialah banyak informasi yang beredar tersebut ternyata “HOAKS”.

BACA:  Dari Pemuda dan Oleh Pemuda, Untuk Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Hal tersebut dapat kita lihat bersama, dilansir dari laman cnbcindonesia.com terdapat 554 berita hoak yang terkait virus corona. Tingginya intensitas berita ataupun informasi hoaks membuat masyarakat tidak mengetahui informasi yang sebenarnya.

Olehnya itu, sebagai pemuda dan mahasiswa menempatkan diri dan berperan dengan memberikan informasi-informasi yang rill kepada masyarakat dan mencegah penyebarluasan berita hoaks yang membuat masyarakat panik ataupun khawatir adanya covid-19.

Dalam memutuskan mata rantai penyebarluasan virus corona ini, hendaknya kalangan pemuda, pelajar, dan tokoh masyarakat saling bergandeng tangan dengan pemerintah, bersatu padu dalam memberikan edukasi, pemahaman, pelayanan, dan informasi yang terbaik untuk masyarakat dalam penanganan virus corona ini.

Masyarakat boleh waspada terhadap virus corana, tapi jangan panik apalagi takut dan khawatir yang berlebihan, sebab kekhawatiran, kepanikan dan ketakutan yang berlebihan akan membuat hati dan pikiran tidak tentram dan berdampak kepada turunnya intensitas kesehatan yang kita miliki.

Kesimpulan

Sebagai generasi muda yang mempunyai jiwa dan intelektual serta wawasan ilmu pengetahuan yang baik, berikanlah pemahaman, edukasi, pelayanan, serta informasi terhadap masyarakat yang ada disekitar kita. Jika tenaga medis sebagai garda terdepan dalam mengobati para pasien covid-19, maka pemuda garda terdepan dalam mengedukasi, dan pemahaman dan informasi kepada masyarakat.

** Artikel ini adalah Juara 1 Lomba Penulisan Esai se-Luwu Raya yang diselenggarakan oleh Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya Universitas Negeri Makassar (IPMIL RAYA UNM). Follow Instagram IPMIL RAYA UNM di @ipmilraya_unm