Gubernur Tinjau Longsor Poros Palopo – Toraja, Netizen: Ganti Bupatinya Karena Tak Bisa Cegah Longsor!

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Jun 2020 13:51 0 11 Tim Redaksi
 

MALILIPOS.COM – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meninjau lokasi longsor yang terjadi di jalan trans Sulawesi poros Palopo – Tana Toraja, tepatnya di KM 24 Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sabtu (27/06/2020).

Dalam keterangan tertulis melalui akun Twitter @nurdinabdullah, Gubernur mengatakan bahwa longsor yang terjadi Jumat (26/06) sekitar pukul 16.00 WITA merupakan susulan dari kejadian awal bulan Mei lalu.

Saya telah meninjau lokasi tersebut dan meminta warga agar tidak lagi bermukim di daerah tersebut. Alhamdulillah kejadian longsor kemarin tidak menimbulkan korban jiwa,” tulisnya.

Untuk diketahui, meski tak ada korban jiwa, tetapi bencana longsor di Battang Barat beberapa hari lalu menyebabkan 9 rumah milik warga setempat amblas terbawa longsoran masuk jurang.

BACA:  Exit Poll: Prof Andalan Unggul di Luwu Timur, Ini Angkanya!

Longsor terjadi setelah hujan mengguyur daerah di daratan tinggi Kota Palopo sejak dini hari hingga siang.

Beberapa hari terakhir jalan poros Palopo-Tana Toraja itu memang telah amblas di beberapa titik, sehingga jalan tersebut sudah sulit dilalui kendaraan besar.

Sebagian warga yang berada di kawasan itu jauh-jauh hari telah mewaspadai longsor susulan mengingat curah hujan masih cukup tinggi.

Atas bencana ini, Gubernur telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel serta UPTD untuk segera ke lokasi bencana dan memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Juga kepada Badan Jalan Nasional segera mengambil langkah perbaikan jalan yang terputus akibat longsor,” ungkapnya melalui Twitter.

Cuitan Gubernur yang diunggah pada pukul 11.21 WITA, Jumat (27/06) kemarin, mendapatkan tanggapan dari sejumlah netizen. Salah satu yang menarik perhatian adalah komentar dari Daeng Sutan Kayo @DaengKayo89.

BACA:  Exit Poll: Prof Andalan Unggul di Luwu Timur, Ini Angkanya!

Entah bermaksud serius atau bergurau, netizen ini malah menganjurkan Gubernur untuk mengganti Bupati di daerah itu karena dianggap tidak mampu mencegah terjadinya longsor.

Kalau bisa diganti bupatinya, mngkin anda juga mau ganti krn tdk bisa cegah longsor,” ujarnya.

Ada pula netizen berkomentar agar Kadis PU yang diganti dan lantas ditanggapi oleh netizen lainnya.

Sesuatu …Pas kadis PU nya dilantik jd pj walikota ..Pas longsor,” tulis ZaidBuri Indiardjo @buriprahastyo.