Press "Enter" to skip to content

Dokter Wela: Kekuasaan Adalah Alat Untuk Sejahterakan Rakyat

MALILIPOS.COM – Geliat politik jelang perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Luwu Timur terus menghangat.

Pergulatan mencari dukungan partai politik di kubu Irwan Bachri Syam (IBAS) – Andi Rio Patiwiri (ARP) sejurus dengan serunya pencarian calon pendamping Bupati petahana Muh. Thoriq Husler (MTH).

Bagaimanapun, MTH yang dalam sejumlah survei mengantongi elektabilitas rata-rata di atas 60% memang menjadi magnet politik di Bumi Batara Guru.

Publik menganggap, siapapun yang bakal menjadi pendamping MTH dalam pilkada nanti, ibarat mendapat durian runtuh karena peluang menangnya lebih besar jika dilihat dari survei saat ini.

Kendati demikian, tak bisa dinafikkan pula bahwa pasangan IBAS-ARP tentu memiliki hitung-hitungan politik tersendiri sehingga mantap akan melawan petahana dan yakin memenangi Pilkada nanti.

BACA:  Maksimalkan Pelayanan Darah Bagi Masyarakat, PMI Lutim Segera Dirikan 2 Unit Donor Darah

Peluang Sama

Andi Fajar Wela, dokter ASN yang namanya mulai santer disebut sebagai salah satu figur muda yang bisa menjadi pendamping MTH menyebut, saat ini semua figur punya kesempatan yang sama untuk membantu MTH.

Saya sudah liat regulasinya, semua punya kesempatan yang sama, termasuk pegawai negeri,” kata Wela, sapaan karibnya, Jumat (26/06/2020).

Menurutnya, Luwu Timur memiliki banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang punya kapasitas membantu MTH di periode selanjutnya, baik itu dari kalangan birokrasi, akademisi, pengusaha, politisi maupun kalangan profesional seperti dirinya.

Akan tetapi tentunya beliau (MTH) akan mencari pasangan ideal untuk membawa Kabupaten Luwu Timur maju bersama mengejar ketertinggalan,” ujarnya.

BACA:  [POLLING] Siapa Calon Bupati Luwu Timur Pilihan Anda?

Bagi dokter spesialis Patologi Anatomi itu, semua yang cinta Luwu Timur harus selalu siap membantu MTH, termasuk dirinya sendiri.

Sebelum ini MTH sangat erat dikaitkan dengan sosok Budiman Hakim, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Luwu Timur.

Hanya saja, MTH menampik hal tersebut. “Belum ada (wakil) yang pasti. Masih berproses,” katanya, Minggu (21/6/2020) silam.

Pasca pernyataan itu, sejumlah figur mulai diisukan akan menjadi pendampingnya mengarungi pentas Pilkada September 2020 nanti, termasuk dr Wela.

Kandidat-kandidat yang diisukan (akan) mendampingi beliau saya kira (semuanya) termasuk ideal,” ujarnya.

Alumni Fakultas Kedokteran Unhas itu meneruskan pandangannya bahwa kekuasaan dalam konteks politik merupakan alat yang dapat digunakan untuk mensejahterakan rakyat.

BACA:  Wabup Lutim Tinjau Proyek Rehabilitasi Saluran Induk Irigasi Kalaena

(Meskipun) tanpa (kekuasaan) itu kita tetap harus berbuat, karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang dan lingkungan di sekitarnya, cuma skalanya mungkin lebih kecil,” pungkasnya.