Press "Enter" to skip to content

Sanggar Seni dan Budaya Padoe “Monangi” di Pabeta Terbentuk, Ini Ketuanya!

MALILIPOS.COM, Wasuponda – Sanggar Seni dan Budaya “Monangi” wilayah Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili – Luwu Timur resmi dikukuhkan pada hari Sabtu, (01/09/18) bertempat di Rumah Adat Padoe, Wasuponda, Luwu Timur.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh sekitar 30 pengurus dan anggota Sanggar Seni Monangi serta sejumlah tamu undangan dari Sanggar Seni Molilino (Wasuponda) dan Sanggar Seni Momoiko (Kawata) sebagaimana rilis yang kami terima pada Minggu (02/09).

Kegiatan ini merupakan bentuk upaya Lembaga Adat Padoe untuk mempertahankan kesenian dan budaya masyarakat Padoe yang tersebar pada berbagai wilayah di Kabupaten Luwu Timur.

Dalam sambutannya, Mohola Padoe Mercy Merriban Malotu mengatakan bahwa Sanggar Seni Monangi memiliki potensi untuk menciptakan karya-karya yang luar biasa.

“Saya berharap agar kiranya sanggar seni monangi ini tidak hanya memiliki anggota yang banyak, melainkan juga memiliki kesanggupan mengolah kemampuan mereka menjadi suatu karya”, kata Merriban.

Dalam kesempatan tersebut Sanggar Seni dan Budaya Padoe Monangi pembacaan puisi Padoe yang dibawakan oleh Lena Tanari. Puisi tersebut bertema “Meronga Tepo Aso” yang bermakna bersama menjadi satu. Puisi tersebut berhasil membuat orang-orang menjadi kagum dan ada yang bahkan meneteskan air mata.

Acara pengukuhan kemudian ditutup dengan Tari Molaemba yang dibawakan oleh Sanggar Seni Molilino. Sekilas, tarian tersebut hampir serupa dengan Tarian Dero, bedanya Tari Molaemba diiringi dengan musik alami yaitu gong dan gendang, bukan musik seperti digunakan saat menari Dero.

Sebagai informasi, kepengurusan Sanggar Seni dan Budaya Padoe Monangi di wilayah Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili ini diketuai oleh Nur Isah, salah seorang puteri asli To Padoe yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik.